“Ketika dia melakukan hal ini, timbul dalam hatinya kecintaan sehingga aku jadikan hatinya buatKu serta kelenggangan, kesibukan, usaha dan ucapannya dari kenikmatanKu yang telah aku berikan kenikmatan kepada orang yang Aku cintai dari hambaKu. Aku buka mata hati dan pendengarannya sehingga dia bisa mendengar dengan hatinya kepada keagungan dan kebesaranKu. Dunia baginya sangat sempit dan membenci kelezatan-kelezatan yang ada di dalamnya. Aku memperingatkan dia dari dunia seperti pengembala yang memperingatkan dan mengarahkan gembalaanya alap yang membahayakan. dan ketika hal itu sudah terjadi dia akan lari dari manusia dan dia akan berpindah dari dunia yang fana ke dunia yang abadi serta dari dunia syetan ke dunia rahmat.
Wahai Ahmad! Aku akan hiasi dia dengan kewibawaan dan keagungan dan ini adalah kehidupan yang menyenangkan dan abadi, ini adalah maqamnya orang-orang yang ridho. Barang siapa beramal dengan keridhoanKu, Aku akan berikan mereka tiga perkara: Aku akan ajari bagaimana bersukur yang tidak bersamaan dengan kejahilan. dan dzikir yang tidak bercampur dengan kelupaan dan kecintaan dimana kecintaan kepada makhluk tidak mempengaruhi kepada kecintaanKu. dan jika dia mencintaiKu maka Aku akan mencintainya dan akan aku buka mata hatinya kepada keagunganKu, maka tidak ada yang tersembunyi darinya khusus dari makhlukKu. Aku bermunajat kepadanya di kegelapan malam dan terangnya siang shingga ucapannya terputus dari semua makhluk dan menghindar dari berkumpul dengan mereka”
Sebelum ini kita mengkaji tentang kehidupan yang bahagia dan abadi dimana manusia supaya berusaha untuk bisa meraih kebahagiaan dan mendapat kenikmatan akherat, hendak dia mencari keridhoan Ilahi sehingga baginya dunia sudah tidak lagi memiliki nilai. Setelah melakukan usaha untuk membangun diri dan berhasil melalui ujian dan cobaan, giliran dia merasakan karunia khusus Tuhan; tentang masalah ini Tuhan berfirman:
“Ketika dia melakukan hal ini, timbul dalam hatinya kecintaan sehingga aku jadikan hatinya buatKu serta kelenggangan, kesibukan, usaha dan ucapannya dari kenikmatanKu yang telah aku berikan kenikmatan kepada orang yang Aku cintai dari hambaKu”
Setelah manusia memiliki kemampuan dalam apa saja, dia akan selalu berusaha sehingga dia mendapat karunia dari Tuhan dan dengan bantuan tersebut dia akan sampai kepada tahapan-tahapan dimana dia sendiri tidak bisa untuk meraihnya (tanpa karunia Tuhan). sebelumnya dia menganggap bahwa dirinya merupakan sesuatu yang berdiri sendiri akan tetapi setelah melewati tingkatan ini serta sudah mencurahkan segala kemampuannya, maka dia akan mendapat kebaikan Tuhan yang akan memberikan karunia kepada hamba pilihanNya. Setelah itu dia tidak lagi berjalan dengan kakinya; akan tetapi Tuhan yang menarik tangannya dan membawanya maju sehingga sampai kepada tingkatan dimana hatinya penuh dengan kecintaan kepada Tuhan, karena manusia sendiri tidak memiliki kemampuan untuk menghilangkan semua kecendrungan dirinya. (Berkat karunia Tuhan sehingga dia bisa melakukan langkah yang pendek dan dengan karunia umum tersebut dia tidak bisa melakukan langkah-langkah yang panjang) setelah berhasil melakukan langkah-langkah pendek, maka datang waktunya bagi Tuhan untuk mengambil tangannya sehingga dia bisa melakukan langkah yang lebih panjang lagi.
Mengingat Tuhan dan KenikmatanNya adalah Pusat Pikiran Kaum Mukminin
Ketika hati manusia masih disibukkan kepada selain Tuhan, maka dia tidak akan bisa untuk terbang, sebab kakinya masih terikat. Akan tetapi ketika dengan karunia Tuhan hatinya sudah bersih dari kecintaan kepada selainNya, maka untuk terbang kepada Tuhan baginya sudah menjadi sesuatu yang mudah. Biasanya pekerjaan-pekerjaan kita berkisar sekitar dunia dan ketika kita dalam keadaan sibuk dengan itu, kita berusaha melakukannya sesuai dengan keinginan kita dan ketika kita betul-betul cerdas ketika kita ingin meriah apa yang dikehendaki, kita akan melalui jalan yang legal (masyru’). Ketika pekerjaan kita sudah selesai dan dengan hangat berbincang dengan teman kita, kali-kali kita berbicara tentang dunia; fulan harganya sudah mahal, harganya tanah fulan cocok dan… ini karena hati kita disibukkan dengan dunia dan penggerak serta motifasi untuk kita bergerak adalah kecintaan kepada dunia.
Jika kecintaan kepada Tuhan sudah bisa menggantikan kecintaan manusia kepada dunia, ketika dia sudah menjalankan ibadah, pekerjaan, usaha dan menjalankan tugas-tugas Ilahi, ketika dia duduk bersama teman-temannya, maka bahan pembicaraan akan berputar sekitar Tuhan. Dia sudah bisa melewati dunia dan keitka dia sibuk atau pun tidak, maka semua perhatiannya hanya kepada Tuhan. biasanya ketika waktu senggang terutama ketika tidur, banyak hal yang menarik perhatian manusia yang bisa masuk ke kedalaman hatinya dan ketika sibuk menjalankan aktifitasnya, semua itu menjadi terlupakan. Oleh karenanya, jika manusia ingin mengetahui apa yang ada di kedalaman hatinya dan siapa kekasih hakikinya, hendaklah dia melihat siapa yang paling mendapat perhatian dirinya ketika dia dalam kesendirian dan dalam tidurnya.
Orang-orang yang hatinya sudah diserahkan kepada Tuhan dan sudah mencintaiNya, baik dalam kondisi sibuk atau dalam waktu senggang, maka pusat perhatian dan pikirannya hanya kepada Tuhan dan nikmat-nikmatNya yang sudah diberikan kepada dirinya. Para pencinta Tuhan telah bisa meraih kenikmatan yang khusus yang tidak diketahui oleh yang lain, sehingga baginya kenikmatan-kenikmatan yang dimiliki oleh dunia sudah lagi tidak memiliki arti.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar